Mengonlinekan Ide dan Mengidekan Online


Blog For Free!


Archives
Home
2004 March

My Links
TulisAja
KomputerAkt!f
Angkringan

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog


Ada banyak IDE dalam OTAK ini, sayang kalau dianggurin. Ntar, kalau otak ini ikut-ikut mogok mikir, siapa yang mau gantiin? Dengkulmu?

Jika saat ini aku nggak bisa memanfaatkan dan merealisasikannya, mungkin kamu, orang dekatmu, tetanggamu, bapakmu, simbokmu, atau nenek dan kakekmu, atau ntah siapapun dia BISA!

It's not about money melulu, tapi melulu about money

Majalah Masa Depan
03.16.04 (12:58 am)   [edit]
Jika kini majalah versi cetak masih jadi pilihan kebanyakan orang, mungkin 10 tahun lagi, ketika setiap rumah sudah memiliki PC yang telah dilengkapi akses internet, majalah berbentuk digital lebih disukai.

Karena selain tak "nyampah", majalah digital notabene tak butuh jaringan distribusi yang oke untuk memasarkannya. Cukup bikin sebuah web, dan lakukan promosi yang gencar melalui search engine, milis, dan berbagai media lain.

Majalah digital juga memungkinkan bisa diantar lebih cepat ke pelanggan sehingga berita yang diterima bisa "fresh from oven" banget.

Ngomong-ngomong soal majalah digital, sebenarnya saat ini sudah ada aplikasi untuk merancang majalah digital dengan tampilan menarik dengan mudah. Nama softwarenya Desktop Author http://www.dnaml.com.

Coba Anda lihat beberapa sampel yang ada di situs tersebut, aku jamin pasti bakal tercengang dengan desainnya.

Sebenarnya, beberapa waktu lalu, sudah ada website lokal yang coba menawarkan majalah digital seperti ini. Situs yang bisa Anda sambangi di sini http://www.digitalwebmagazine..., pernah menggunakan aplikasi yang sama untuk membuat majalah digitalnya. Dalam edisi contoh, aku lihat desainnya lumayan bagus. Sayang umurnya pendek, karena kalau aku bilang, promosinya kurang gencar. Buktinya tak ada satu orang temanku yang notabene komputer dan iternet mania mengetahui keberdaannya, saat beberapa waktu lalu aku tunjuki. Padahal aku sudah menemukan link tersebut pertengahan tahun lalu.

O ya, contoh kasus lain adalah koran detik yang dulu sempet terbit dua kali sehari. Koran yang kini sudah tak ada kabarnya lagi ini mungkin kalau dikemas secara digital dengan desain yang apik, lalu dikirim lewat e-mail ke pelanggan. Bisa jadi malah bakal lebih prospektif.

Hal tersebut mengingat pelanggannya sudah pasti kenal dan menggunakan internet. Jadi buat apa ditawari cetak? Mending ditawari kemudahan akses. Nih, ada buletin digital, jika kamu seharian nggak sempet akses detik.com, kamu bisa baca buletin digitalnya.

Yah, walaupun ada yang gagal, aku optimis, model majalah seperti ini nantinya bakal laku. Entah satu, lima, 10, atau 50 tahun lagi.

Kalau pun gak ada, aku sendiri yang bakal terjun ke situ, he..he..he..
:lol: :lol: :)

 
Bikin Timezone Online
03.15.04 (10:25 pm)   [edit]
Ide ini dulu pernah aku kemukakan ke divisi media online tempat aku bekerja. Tapi ntah karena tim webnya terlalu sibuk atau nggak mampu buat, ide tersebut tak ada kelanjutannya.

Nah, biar nggak mubazir, aku tulis aja di sini. Siapa tahu ada paedahnya.

Konsep ini sebenarnya berawal dari melihat model permainan Timezone dan fenomena maraknya netter Indonesia yang demen bermain game online.

Sesuai dengan konsep timezone, maka kita buat sebuah web yang isinya berbagai permainan. Permainannya bisa diambil dari berbagai game Flash yang sudah dicustomise.

Cara kerjanya, netter yang datang dan ingin bermain harus melakukan registrasi dan diberi token gratis tapi dikit aja, ya hitung-hitung promo lah.

Setelah registrasi, maka dia bisa login dan mulai bermain. Layaknya di timezone, maka tiap kali dia memainkan sebuah permainan, maka kredit tokennya bakal berkurang satu. Nah, di akhir game yang dia mainkan, maka akan ada konversi dari score game akhir dengan perolehan tiket. Misal score dibawah 500 dapat 1 tiket, 500-100 dapat 2 tiket, diatas 1000 dapat 3 tiket.

Record score akhirnya dipindahkan ke dalam database member, sehingga member bisa terus mengumpulkan tiket untuk ditukar dengan hadiah yang diinginkan.

Akhirnya jika token habis, maka member kudu beli token lagi, baik via online order di web, atau dengan cara beli voucher yang sudah dijual bebas.

Untuk hadiah, sama seperti timezone, kita sediakan hadiah dari yang umum, jayus, nggak mutu, dan murah, sampai hadiah yang menggiurkan. Misal: mulai dari pensil (2 tiket), stopmap(5 tiket), bola basket (100 tiket), RC mobil (750 tiket) sampai pesawat TV 21"(1500 tiket). Tapi usahakan hadiah merupakan barang unik menarik dan jarang ditemukan.

Nah, untuk distribusinya dan lebih memikat orang untuk bermain, serta menghindari biaya untuk ongokos kirim hadiah, maka di setiap kota (minimal kota besar), kita kerjasama dengan warnet untuk menjadi tempat penukaran hadiah "ringan" dan penjualan voucher. Jadi member kalau hanya untuk menukar pensil, stopmap, atau bola, nggak perlu harus ke konter penukaran pusat, tapi dia bisa datangi warnet yang telah ditunjuk.

Game-game yang ada juga setiap bulannya ditambah, minimal satu game, untuk menghindari kebosanan member dalam bermain.

Yah, sesuai dengan konsep awal, intinya kitaberupaya menghadirkan arena bermain seperti timezone di dunia maya.

Dari hasil uji kelayakan ala Idea, peluangnya cukup besar. Artinya pasarnya sudah ada kok. Masalahnya hanya pada pembangunan sistem database dan web yang lumayan rumit. Serta kreatifitas membuat game flash.

:P :P :P

 
Film Pendek untuk Semua Orang
03.15.04 (8:50 pm)   [edit]

Pagi tadi, lagi siap-siap berangkat ke kantor, aku sempat lihat sebuah acara di MTV yang nyeritain saat beberapa orang dapat kesempatan untuk menjadi bintang untuk sebuah film pendek.

Aku jadi ingat beberapa waktu lalu, aku sempat baca di Kompas, kalau di Jakarta kini juga ada layanan yang memungkinkan setiap orang untuk "masuk" dapur rekaman dan mengabadikan suaranya dengan biaaya murah. Kalau tidak salah ingat, cuma berbekal Rp 150.000 udah bisa rekaman 3 buah lagu.

Orang tinggal datang, pilih lagu, latihan nyanyi bentar dengan bantuan karaoke system yang ada, kalo sudah mantap, masuk studio untuk rekaman. Selanjutnya tinggal bayar di kasir dan CD hasil rekaman kualitas studio udah bisa dibawa pulang.

Nah, aku jadi kepikiran, kira-kira laku nggak ya, buka layanan pembuatan film pendek instan di Jakarta. Jadi mirip dengan studio rekaman instan tadi, orang tinggal datang, pilih skenario yang sudah kita sediain, lalu atur jadwal syuting. Selanjutnya orang bisa mulai syuting, dengan sutradara, lighting, boomer, make-up, properti, bahkan jika perlu pemeran pembantu dan pengganti dari kita.

Habis syuting, orang tinggal tunggu 2-3 hari untuk proses film editing. Begitu selesai, film pendek yang sudah lengkap dengan judul, film yang sudah rampung dipermak dan credit title bisa dibawa pulang dalam bentuk VCD atau DVD.

Wah, kayaknya keren abiss tuh....... 8) 8) 8)

Aku sendiri sih, karena bukan orang film, gak tahu persis bagaimana complicated-nya orang bikin film, serta kira-kira untung nggak kalo dibisniskan.

Cuma untuk sebuah wacana, kayaknya ide ini oke loh... :lol: :lol:

 
Brilian atau basi, kreatif atau omong kosong, mimpi atau tong kosong. Semua tergantung cara kamu melihatnya....